Saturday, August 27, 2011

Kenapa saya kuliah di teknik mesin?

Tulisan ini saya peruntukkan untuk adek-adek kelas 3 sma yang sedang bingung memilih jurusan di kuliah.

 Saat ini, saya sendiri sedang dalam rangka menyelesaikan studi saya di jurusan Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung. Kendala yang saya alami saat kuliah sekarang ini adalah saya masih bingung dalam menentukan topik untuk tugas sarjana saya. Hal ini terjadi disebabkan banyaknya alternatif serta pilihan yang harus saya pilih. Karena topik artikel ini berisi mengenai penjelasan jurusan teknik mesin, maka bahasan tentang topik tugas sarjana saya, kita abaikan terlebih dulu. hehe.


Sejak awal masuk sma, pertanyaan diantara kawan-kawan sebaya mengenai jurusan yang akan diambil saat kuliah nanti sudah mulai marak. Saat itu, jurusan kedokteran umum masih menjadi pilihan utama anak-anak yang saat itu masih berusia 15-16 tahun. Maklum masih idealis, darah muda. Hehe.

Saat itu, pilihan saya adalah jurusan teknik. Karena memang saya suka pelajaran matematika dan fisika. Yang jadi masalah adalah, apa yang harus saya pilih di jurusan teknik, sementara kita tahu, bahwa teknik itu memiliki banyak sekali jurusan. Seperti elektro, mesin, kimia, fisika, industri, dll. Namun yang jelas, sejak sma, saya ada ketertarikan di bidang pembangkitan listrik dan dunia perminyakan. saya tertarik dengan pembangkitan listrik  karena saya sangat prihatin dengan kondisi kelistrikan indonesia saat ini. Penjualan yang merugi dan listrik yang dihasilkan belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Sementara, potensi tenaga yang dimiliki Indonesia sangatlah banyak. Kalau di perminyakan, karena saya tertarik dengan cerita-cerita orang bahwa orang-orang yang bekerja di industri migas itu duitnya banyak. hehe

Tidak terasa, masa sma pun berlalu dan saat-saat untuk menentukan jurusan untuk melihat masa depan pun semakin dekat. Saat itu pilihan saya sudah mengerucut antara 3 jurusan, yaitu teknik elektro, teknik kimia dan teknik mesin. T.Elektro saya dasarkan karena ketertarikan saya dengan pembangkitan listrik (dengan kemampuan yang sangat terbatas saat itu). T. Kimia karena saya merasa jurusan ini paling dekat dengan dunia perminyakan. T. Mesin karena kata orang ini jurusan ini sangat fleksibel dan bisa bekerja dimanapun, namun saya tidak tahu menahu apa yang akan saya pelajari dan saya kerjakan disana. Sementara, pengetahuan saya tentang ketiga jurusan itu sama sekali tidak ada. Saya hanya menjudge jurusan berdasarkan nama jurusan yang ada. Elektro ya ngurusin listrik, kimia ngurusin reaksi2 kimia dan mesin ya ngurusin mesin. Dan urutan pilihan saya juga hanya ditentukan oleh grade yang ada di universitas/perguruan tinggi. Jujur saya akui, saya mengejar gengsi waktu itu. Kesalahan besar saya adalah saya tidak mengkonsultasikan lebih lanjut dengan senior tentang jurusan yang akan saya ambil.

Setelah selesai tes dan masa-masa menunggu pengumuman, yang saya lakukan hanyalah berdoa agar saya bisa masuk di T. Elektro. saya sudah tidak memikirkan 2 jurusan yang lain, karena di otak saya saat itu adalah sistem pembangkitan listrik dan jurusan tersebut memiliki gengsi yang tinggi. Namun Allah berkata lain, pengumuman USM menyatakan saya diterima di FTMD (Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara). Rasa bersyukur dan kecewa bercampur aduk saat itu. Bersyukur karena saya diterima di ITB dan kecewa karena tidak mendapatkan pilihan pertama saya, T. Elektro. Sempat terpikir untuk melakukan ujian ulang di SNMPTN. Namun ibunda meminta saya untuk mengambil hasil ini. Dan pada akhirnya saya menerima saran ibunda untuk mengambil jurusan teknik mesin ini. (saya tidak akan menjelaskan FTMD lebih lanjut, mudah2an di bahas di tulisan berikutnya).

Awal masuk sempat bingung dan gundah tentang apa2 yang akan saya pelajari disana. Apakah saya akan menjadi seorang montir? apakah saya harus membuat mesin-mesin mobil? Ah kok cetek sekali ya? Masak ilmunya cuma terbatas gini?

Namun ternyata, setelah saya berkuliah disana, Allah menunjukkan yang benar-benar menjadi passion saya. Setelah saya masuk di tahun pertama, semuanya menjadi jelas. Dan impian untuk bisa sukses di dunia pembangkitan listrik pun masih sangat mungkin untuk saya raih. Ternyata teknik mesin adalah jurusan yang saya inginkan dan saya cari selama ini. Alhamdulillah.

Penjelasan tentang teknik mesin akan saya paparkan pada artikel berikutnya.

No comments:

Post a Comment