Sunday, September 11, 2011

Nabi Ibrahim 'alaihissalam tentang anak keturunannya

Al-Qur’an menyebutkan bahwa ada 3 insan maupun golongan yang menjadi uswah (teladan) yang baik bagi umat manusia. Insan/golongan tersebut adalah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam (Al-Ahzab : 21), Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, dan kaum mukminin yang membersamainya (Al-Mumtahanah : 4 dan 6). Maka dari itu, baik dan sangat dianjurkan bagi kita sebagai ummat islam untuk meneladani beliau semua.

Disini saya coba mengambil sebagian kecil dari teladan baik yang Nabi Ibrahim contohkan, yaitu dalam hal perhatian beliau terhadap keturunannya di masa yang akan datang. Saya hanya berusaha untuk menunjukkan fakta dan penjelasan yang sudah ada bukan membahasnya dari saya sendiri, karena itu diluar kapasitas saya. Untuk lebih jelas dan lengkapnya, silahkan pembaca mencari dan mempelajari sendiri dari orang-orang yang memang ahli dalam islam. Dan jika ada yang salah dalam tulisan ini, mohon segera diingatkan dengan menuliskan comment dibawah artikel ini.


Kita semua tahu bahwa Nabi Ibrahim cukup lama menanti seorang anak. Hingga beliau menikahi Hajar, pembantunya, atas permintaan istrinya, Sarah, dan kemudian Allah mengarunia beliau Ismail ‘alaihissalam, yang nantinya akan menjadi Nabi dan Rasul. Selanjutnya setelah Ismail berusia -+ 10 tahun, kita juga telah mengetahui bersama bahwa datang perintah dari Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih Ismail. Walaupun pada akhirnya Allah memerintahkan malaikat Jibril untuk memberikan domba besar kepada Nabi Ibrahim sebagai sembelihan dan menggantikan posisi dari Ismail.

Di waktu lain atas kuasa Allah, dari istri pertamanya, Sarah, beliau ‘alaihissalam dikaruniai putra oleh Allah yang bernama Ishaq ‘alahissalam, yang nantinya juga akan menjadi Nabi dan Rasul. Pengangkatan kedua putra Nabi Ibrahim sebagai Nabi dan Rasul ini memang wajar jika mengingat keduanya adalah anak yang shalih, sangat taat pada Allah dan berbakti kepada kedua orangtuanya.

Dan perlu diketahui bahwa Nabi dan Rasul yang ada setelah Ismail dan Ishaq adalah dari keturunan Nabi Ibrahim. Nabi Ya’qub hingga Nabi Isa adalah keturunan dari Nabi Ishaq dan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah keturunan dari Nabi Ismail.

Bagi saya ini sebuah hal yang sangat luar biasa. Keturunan beliau adalah orang-orang yang shalih dan menjadi penegak serta penyeru agama Allah. Kejadian nyata ini sangat menginspirasi saya, sungguh tidak mudah mendapatkan karunia Allah seperti yang dimiliki Nabi Ibrahim ini.

Walaupun memang Allah juga lah yang menghendaki semua ini terjadi, namun ada baiknya jika kita mencari hikmah di balik karunia Allah yang begitu besar ini. Dan ketika saya membaca Al-Qur’an saya selalu terhenti di balik ayat yang berbunyi tentang do’a-do’a yang dipanjatkan Nabi Ibrahim. Dengan melihat terjemahan yang ada, ternyata dari do’a-do’a yang Beliau panjatkan, Nabi Ibrahim selalu menyelipkan do’a untuk keselamatan dan kemuliaan keturunan beliau. Berikut beberapa do’a yang saya ketahui dan semoga kita bisa mengamalkan dengan ikhlas dan sebaik-baiknya. (Do’a disajikan dalam artinya, untuk teks arabnya silahkan cek di mushaf anda masing-masing).


“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.”
(Ash-Shaffaat : 100)

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhan-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barang siapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).”
(Ibrahim : 35-41)

“Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(Al-Baqarah : 127-129)

No comments:

Post a Comment