Thursday, July 28, 2011

mesin diesel dan perkembangannya


Sejarah Panjang Mesin Diesel bisa dibilang nyaris sama tuanya dengan awal kisah motor bakar. Tahun 1892, seorang mahasiswa Polytechnic Highschool of Germany bernama Rudolf Diesel mematenkan temuannya yang dinamakan Arbeitsverfahren und Ausfuhrungsart fur Verbrennugsmaschinen atau Combustioin Power Engine. Kita mengenalnya sebagai mesin diesel.

Mesin peminum solar ini memiliki sifat alami akan hemat bahan bakar dan penuh torsi. Selain itu, mesin diesel mampu mengonversi energy yang terkandung di bahan bakar lebih baik ketimbang dapur pacu mesin bensin.

 
Tapi bukannya mesin ini tanpa kekurangan. Dari awal kelahirannya hingga dekade 1990-an, penenggak solar ini terkenal akan tenaganya yang lemah, berisik dan berkelebihan asap. Meski begitu, efisiensi dan torsi membuat diesel popular di kalangan mobil niaga.

Meski begitu, tak sedikit pabrikan yang yakin pada nasib diesel. Salah satunya adalah BMW. Pada tahun 1983, BMW memperkenalkan 524td bermesin 2400cc 6 silinder 115dk. Anggapan publik pun mulai berubah. Melalui 524td, BMW berhasil membuktikan bahwa diesel bukanlah mesin yang hanya cocok dipakai oleh truk dan bus. 

Tapi itu cerita dulu. Generasi demi generasi baru diesel semakin melangkah ke depan dengan kapabilitasnya yang jauh lebih baik. Dalam rentang waktu 15 tahun, perkembangan teknologi diesel (terutama Turbocharger , Piezo-Injector dan Common Rail) telah sanggup menurunkan kebisingan hingga 60%, emisi 90%, dan konsumsi solar sebanyak 30% (lebih baik ketimbang motor bensin). Dan secara bersamaan, meningkatkan torsi hingga 100%. Dan semua ini dilakukan tanpa mengorbankan unsur ketangguhan yang menjadi trademark diesel.

No comments:

Post a Comment